it's my new world

follow your heart

Latest Posts

My idol... [part 5]

By 14.10 ,








Author : Rina Chan
Cast : Lee Hyuk Jae
          Lee Rae Hwa OC
          Lee Donghae
Other cast : Kang Rae Suk OC
                    Lee Sungmin
                    Kim Ryeowook
                    Kang Hyun Sun OC
                    Kim Junmyun a.k.a Suho
                    Do Kyungsoo a.k.a Dio
Genre : romance, comedy, little sad, friendship, chapter

Annyeong... bagaimana menurut kalian? Apakah kalian penasaran?  Mianhae kalau kalian kurang suka, tapi aku sudah berusaha untuk membuat ini. Dan semoga kalian bisa merasakan apa yang aku rasakan saat membaca FF ini. Gomawo..

========Happy Reading========
Aku melakukan ini karena aku sayang dengan teman-temanku, aku tidak terpaksa melakukannya. Bukankah kau tau, bahwa aku memang selalu mengorbankan diriku untuk orang-orang yang ku sayangi, oppa?  [Lee Rae Hwa]
Kau itu dongsaengnya, kau lebih berhak untuknya dari pada yeoja itu. [Lee Hyuk Jae]
Seharusnya kau membunuhku karena telah membuatmu selalu terluka, tidakkah kau sadar bahwa sikapmu inilah yang membuatku kesakitan? [Lee Donghae]

Kedua namja itu masih saling menatap seperti waktu itu, hanya saja saat ini suasananya berbeda. Namja yang sedang ditatap melihat namja yang didepannya dengan mata yang menunjukkan penyesalan. Entah kenapa saat ini, dia merasa sangat bodoh.
Namja yang menatapnya hanya melihat ekspresi tersebut dengan diam. “Waeyo? Kenapa pandanganmu begitu?” tanya Eunhyuk heran ketika melihat Donghae yang menatapnya sendu.
“Kau.. belum memberi tahuku, bagaimana caraku mengirimnya kemari.” Sahut Dongahe

Eunhyuk POV
Susana yang tercipta antara kami sungguh sangat tidak menyenangkan, sejujurnya aku membenci situasi seperti ini. Apalagi dengan seseoorang yang selama ini menjadi coupleku, tapi disatu sisi aku sangat kesal padanya. Aigoo... apa yang harus ku lakukan?
“Apa kau ingin mengetahuinya?” tanyaku
“Ne, aku sangat ingin mengetahuinya... kenapa...”
“Karena kau terlalu fokus kepada yeoja itu, hingga kau tidak sadar bahwa dongsaengmu sedikit demi sedikit menjauhimu. Tidakkah kau sadar akan hal itu?!”
Donghae terlihat murung saat mendengar perkataanku, apa mungkin dia memang menyadari kesalahannya?
“Arasso.. aku memang bukan oppa yang baik untuknya, tapi apa salahku hingga kalian semua berkomplot untuk merahasiakan keadaan hwanie dariku?”
“Karena aku yang memintanya oppa...” jawab seorang yeoja yang berdiri dibelakangku
“Hwanie~ah, bukankah kau belum boleh turun dari ranjang?” tanyaku khawatir
“Gwaenchana oppa... hae oppa, lebih baik kau pulang saja..” ucapnya seperti mengusir
“Shireo! Kau tau, aku sangat khawatir mencarimu kemana-mana namun tidak menemukanmu dimanapun. Dan mereka semua berkomplot merahasiakan keberadaanmu, apa kau tidak tau bahwa aku dan kedua sahabatmu khawatir?” tanyanya
“Ani... untuk apa aku memberitahu kalian? Toh kalian akan sibuk dengan kegiatan kalian sendiri.”
“Waeyo? Kenapa kau melakukan ini demi sahabatmu, walau mereka memperlakukanmu seperti itu?”
“Aku melakukan ini karena aku sayang dengan teman-temanku, dan aku tidak terpaksa melakukannya. Bukankah kau tau, bahwa aku memang selalu mengorbankan diriku untuk orang-orang yang ku sayangi. Oppa..?”
“Seharusnya kau membunuhku  karena selalu membuatmu terluka, tidakkah kau sadar bahwa sikapmu inilah yang membuatku kesakitan?” tanya Donghae geram
“Untuk apa? Bukankah selama ini aku yang selalu menyusahkan oppa,”
Ku lihat kedua tangan Donghae mengepal, aku tau dia pasti sangat geram dengan sikap adiknya. Namun disatu sisi, dia memang tidak bisa melakukan apapun untuk itu.
“Jinjja? Apa kau berfikir seperti itu pada oppa?” tanyanya kalut

Donghae POV
Aku geram dengan sikap adikku ini, aku tau aku salah tapi tidak seharusnya dia selalu menyusahkan dirinya juga karena itu. Saat ini yang aku pikirkan adalah menjaganya, aku benar-benar membenci diriku yang sepertinya selalu membuatnya dalam posisi sulit.
“Guere... apa yang kau inginkan dari oppa, supaya kau bahagia.”
“Aku ingin oppa pergi, dan berpura-puralah untuk tidak mengetahui keadaanku.” Pintanya
“Shireo! Kau pikir aku akan menuruti permintaanmu?! Ya! Lee Rae Hwa, kau benar-benar egois...” desis ku tertahan
“Ne, aku memang egois.. waeyo? Apa kau malu memiliki dongsaeng sepertiku, oppa... pulanglah... jebal... untuk saat ini tinggalkan aku sendiri,” ucapnya yang langsung memutar tubuhnya tanpa mendengar jawabanku dan menarik lengan hyukie untuk membantunnya kembali ke kamarnya.
Beberapa menit setelah aku berdiri mematung dilorong tersebut, aku pun pergi keluar dan pergi menuju apartementku.
Sepanjang perjalanan, pikiranku selalu tertuju pada hwanie. Aku tau dia adalah yeoja yang keras kepala, apakah dia menginginkan aku putus dengan sukie?
Aish..! aku benar-benar bingung, aku harus minta tolong pada siapa? Batinku.
Keesokan harinya, aku memutuskan untuk mengunjungi makam kedua orang tuaku. Aku pikir saat ini yang aku butuhkan adalah bercerita kepada mereka berdua, seandainya saja mereka masih ada...
Setibanya aku dimakam kedua orang tuaku, aku langsung menghembuskan nafas tertahan.
“Abojji.. eomma.... mianhae, aku bukan oppa yang baik untuk hwanie... haruskah? Aku korbankan Rae suk demi dongsaengku? Waeyo.. kenapa ini harus menjadi hal yang sulit, andai saja eomma dan abojji ada disini sekarang... mungkin aku tidak akan sulit untuk menemukan tempatku bersandar,” sesaat aku terdiam. Tiba-tiba satu persatu air mataku jatuh membasahi pipiku, saat ini aku hanya butuh tempat bersandar.
“Eomma... abojji.. ijinkan aku untuk istirahat sebentar disini ne, gomawo...” ucapku pada diri sendiri

Author POV
Tanpa Donghae sadari, ada seseorang yang memandangnya dari kejauhan dengan iba. Ingin rasanya orang tersebut mendekatinya, namun niatnya itu ia urungkan dan ia lebih memilih untuk kembali dengan membawa buket bunga yang dibawanya.
“Paboya...!” desisnya sambil menangis meninggalkan tempat tersebut.

***
Setelah menjalani perawatan selama dua minggu lebih, hwanie pun diizinkan pulang oleh dokter yang merawatnya.
“Chukhahae...!” seru hyukie mengagetkan hwanie yang tengah membereskan baju-bajunya.
“Ya! Oppa.. kau menganggetkan ku saja,”
“Yeyy~~, akhirnya aku ada teman bermain lagi...” ucap Suho sambil mengacak rambut hwanie
“Ya! Bisakah kalian bersikap baik eoh, kalian berdua menyebalkan..” protes hwanie
Suho dan hyukie pun hanya tertawa melihat tingkah hwanie yang kekanak-kanakan.
“Hyukie oppa.. bagaimana kabar hae oppa?” tanya hwanie yang langsung membuat tawa hyukie berhenti. “Ahh... itu... emm... gwaenchana, aku kurang tau.. karena sejak kejadian itu aku jarang bertemu dengannya.”
“Jadi benar apa kata media, bahwa eunhae couple mengalami keretakan? Ya! Oppa, itu tidak baik...” seru hwanie jengkel
“Lalu apa yang harus ku lakukan, bukankah kau sendiri tau bahwa hae susah untuk ku dekati sekarang... kau sendiri pun tidak pernah menyapanya kembali kan?” protes hyukie
“Waeyo? Apa kau masih membenci Donghae hyung, hwanie~ah?” tanya Suho
Hwanie terdiam sejenak, sejujurnya dia tidak terlalu membenci hae. Hanya saja, saat itu hwanie memang ingin sendiri dan tidak ingin bertemu dengan Donghae karena ingin menenangkan hatinya. Namun, dia sendiri tidak sadar bahwa dia sudah tidak bertemu dengan Donghae sejak dua minggu yang lalu, yang dia ingat adalah terakhir kali dia melihat Donghae saat dia berniat untuk mengunjungi makam kedua orang tuanya.
“Hhhh~~ ne, aku ingin bertemu dengannya sekarang. Aku rindu dengan oppa..” sahut hwanie sambil tersenyum

Rae Hwa POV
Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit, akhirnya aku sampai diapartement ku dan hae oppa. Dibantu oleh Suho oppa dan hyukie oppa, akhirnya aku sudah berdiri didepan pintu apartment ku dan hae oppa.
“Hwanie~ahh... hwaiting ne, bersikaplah baik pada oppamu...” ucap Suho oppa
“Sampaikan salamku untuknya, dan katakan bahwa aku sangat merindukan moment-moment bersamanya..” pesan hyukie oppa sambil tersenyum
“Kami pergi dulu hwanie.. annyeonghi gyeseyo..” pamit Suho oppa diikuti oleh hyukie oppa dibelakangnya.
Setelah menekan beberapa nomer, akhirnya pintu apartement pun terbuka. Pemandangan yang pertama kali aku lihat adalah ruangan yang sangat rapi dan bersih, apakah semua ini dikerjakan oleh hae oppa? Batinku.
Aku berjalan menyusuri setiap ruangan di apartement tersebut, dan sedikit terkejut ketika melihat seseorang tertidur disofa yang ternyata itu adalah hae oppa. Aku tersenyum simpul melihatnya tertidur, sejujurnya aku merindukan wajah oppa ku ini.
Mianhae... lirihku.
Setelah menyelimutinya, aku langsung menuju kamarku dan terkejut ketika melihat dua orang yang sangat aku kenal sedang tertidur dengan nyenyak diranjang king size ku.
“Aish... tidak biasanya mereka ada disini, apa mereka yang telah membantu hae oppa untuk membereskan apartement? Sepertinya iya,” gumamku
Aku memutuskan untuk membersihkan diriku terlebih dahulu. Setelah itu, aku menuju dapur untuk mengambil segelas air namun tiba-tiba aku mengurungkan kegiatan ku tersebut begitu tidak sengaja melihat Rae suk dan hae oppa berciuman.
“Ya! Apa hubungan kalian sudah terlampau jauh sampai bisa melakukan hal seperti itu disini?!” sentakku yang membuat mereka berdua melepaskan tautan bibir mereka
“Hwanie~ah.. kau sudah pulang? Ke.. kenapa kau tidak memberitahu oppa?” tanya hae oppa yang langsung melepas rangkulannya pada Rae suk dan berjalan ke arah ku.
Aku hanya mendengus pelan lalu berjalan melewatinya dan mengambil gelas lalu menuangkan segelas air dingin. “Waeyo? Apa oppa kaget aku sudah pulang... atau.. mungkin oppa akan melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman?” sindirku yang membuatnya bungkam
“Hwanie~ah... bogoshipo... kenapa kau tidak pernah memberi tahu kami kalau kau sakit, eoh?” tanya Rae suk khawatir sambil memelukku erat. Aku nyaris terhuyung karena perlakuannya yang tiba-tiba tersebut.
“Nado bogoshipo, mianhae... lantas kalau kau tau kenapa kau tidak menjengukku? Ahh.. apa kau tidak ingin jauh-jauh dari oppa ku?” desisku yang membuatnya membeku lalu menatap hae oppa tajam.
“Oppa... aku merindukanmu, aku pikir kau sudah berubah tanpa kehadiranku. Ternyata... kau semakin liar saja,” ucap ku pada hae oppa yang sukses membuatnya salah tingkah. “Hati-hati dengan oppa ku ne... bisa-bisa kau sudah hamil sebelum kalian menikah..” godaku pada Rae suk dan ku lihat wajahnya seketika memerah, dan itu langsung membuatku tertawa.
“Hwanie~ah.. mianhae...” ucap Hyun sun sambi menangis dan memelukku erat
“Sudahlah... itu semua sudah berlalu, aku sudah memafkan kalian semua..” sahutku sambil tersenyum.

Donghae POV
Aigoo... aku ketahuan, aku pikir dia akan marah ternyata dia hanya usil menggoda ku dan Rae suk. Namun tidak bisa ku pungkiri bahwa aku memang merindukan sosoknya, walaupun terkadang aku selalu mengingat sikapnya terhadap ku saat dirumah sakit. Tapi tetap saja, dia adalah adikku. Dongsaaeng yang paling aku sayang dan akan selalu ku jaga melebihi yeoja manapun.
“Cha..! aku akan pergi untuk mencari makanan terlebih dahulu, untuk merayakan kesembuhan hwanie. Bagaimana?” usulku yang langsung membuat mereka bertiga mengangguk cepat dan setuju
Aku melangkah keluar apartement dengan perasaan senang, disatu sisi mungkin hwanie sudah memafkanku. Namun.. entah kenapa aku selalu takut jika dia masih membenci ku karena tindakan bodoh ku.
Aish..! sudahlah, toh hwanie tidak sejahat yang aku pikirkan. Batinku.

***

Semua makanan yang aku beli sudah tersaji dengan rapi di atas meja. Aku menarik sebuah kursi kosong tepat disamping Rae suk dan itu sontak menarik perhatian hwanie yang sedang mencicipi kimchi.
“Waeyo? Aku tau aku tampan, hwanie~ah. Singkirkan tatapan membunugmu dari ku,” ucap ku yang langsung mengambil sedikit kimchi yang diletakkan dihadapannya
“Ne.. aku bahkan baru tau kau sangat tampan oppa, ckckck...” sahutnya heran
“Mwo? Kau baru sadar bahwa aku tampan?? Jinja?! Aigoo... bahkan temanmu ini sudah mengetahuinya terlebih dahulu dari dirimu,”
“Ck! Sudah ku duga kau akan merespon seperti itu, sudah berapa lama kalian pacaran? Kenpa aku tidak diberi tahu?”
“Emm... mianhae hwanie, aku sebenarnya ingin memberitahumu, hanya saja...”  sejenak perkataan Rae suk menggantung dan menatapku sekilas meminta izin. Aku menganggukkan kepalaku.
“Hanya saja... hae oppa melarangku, karena dia takut kau akan semakin membencinya..” sambung Rae suk
“Ah.. jadi dia juga melarangmu untuk menjengukku saat aku sakit?” tebakknya
“Aniyo..! aku sama sekali tidak melarang sukie untuk menjengukmu,” selaku
“Lalu.. apa karena kalian berdua sibuk untuk berkencan? Aish.. dasar,” gerutu hwanie kesal

Author POV
“Dan kau... kenapa kau juga tidak pernah menjengukku, eoh?” tanya hwanie pada Hyun sun yang sejak tadi diam. “Ahh... mianhae.. aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja aku masih merasa bersalah padamu karena sikap egoisku...” jawab Hyun sun
“Dan.. dia sekarang sedang sibuk belajar memasak dengan wookie..” sahut Donghae yang langsung dibalas  dengan tatapan membunuh dari Hyun sun
“Jinjja?! Ahh.. pasti sangat menyenangkan, apa Dio oppa juga ikut mengajarimu?” tanya hwanie antusias
“N..ne.. terkadang...” jawab Hyun sun gagap
Sontak hwanie langsung tertawa melihat tingkah Hyun sun yang seperti ketakutan. “Haha... gwaenchana? Kenapa sepertinya kau gugup sekali, ckckck... tenanglah. Aku sudah melupakan semuanya.” Ujar hwanie menenangkan Hyun sun sambil sesekali menepuk-nepuk pundaknya
“Oppa... aku dengar eunhae sedang dalam keretakan, apa penyebabnya adalah aku?” tanya hwanie tiba-tiba
Sejenak Donghae menghentikan aktivitas makannya dan menatap hwanie. “Waeyo?”
“Jika apa yang dikatakan oleh media itu benar, maka aku akan menyatukan kalian berdua kembali..” ujar hwanie
“Ahh~ aku sangat penasaran, bagaimana caramu untuk menayatukan kami.” Ujar Donghae sambil meminum segelas air lalu pergi meninggalkan meja makan begitu saja.
“Aku pergi dulu ne, aku sudah ada janji untuk berbelanja dengan wookie oppa..” pamit Hyun sun sambil berlalu
Blam..!
Seketika suasana kembali hening, hanya ada suara dentingan alat-alat makan yang saling beradu.
“Hwanie~ah, apa kau sakit lagi? Atau makanannya tidak enak?” tegur Rae suk yang sejak tadi melihat hwanie tidak meneruskan makannya kembali
“Aniyo... emm... ya! Maukah kau membantuku untuk menyatukan mereka?” usul hwanie
“Ne.. ne..! aku mau membantumu, aku sedih saat melihat hae oppa hanya memandangi fotonya dengan hyukie oppa...”
“Jeongmal?! Ahh... gomawo,” seru hwanie senang
“Jadi sejak tadi kau memikirkan cara untuk menyatukan mereka?” goda Rae suk yang hanya dibalas senyuman ringan oleh hwanie.

Keesokan harinya...
@Seoul the adventure island

Eunhyuk POV
Cuaca hari ini sungguh mendukungku untuk berkencan dengannya. Aku bahkan sudah berpenampilan semenarik mungkin agar dia betah jalan bersamaku.
Berkali-kali aku melirik jam dipergelangan tangan kiriku dan mendesah pelan karena sosok yang ku tunggu-tunggu belum muncul juga, sesaat aku mengedarkan pandanganku dan tidak sengaja pandanganku menangkap siluet bayangannya. Tanpa ku sadari sudut bibirku tertarik, dan sesekali aku melambaikan tanganku padanya untuk memberitahukan posisiku.
Namun tiba-tiba senyumanku memudar begitu tau siapa sosok yang berjalan tidak jauh dibelakangnya.
“Mianhae... apa oppa sudah lama menunggu?” tanyanya sambil mengatur nafas
Aku kembali tersadar setelah beberapa detik beradu pandang dengan sosok yang bersamanya. “Ah.. ne, gwaenchana...” sahutku sambil kembali menatap sosok yang bersamanya.
“Eotteo’ke jinaeseyo... Donghae~ssi...” ucapku sambil tersenyum pada sosok yang sudah lama tidak ku temui
“Chal jinaeyo... aigoo.. hanya beberapa minggu tidak bertemu apakah panggilanmu padaku berubah? Ckck... itu sangat menggangguku...” sahutnya
“Oppa... aku kemari bersama hae oppa karena kami akan double date,” ucap hwanie padaku. “Mwo?! Double date?? Ya! Apa kau dengannya sudah menjadi sepasang kekasih, eoh?” seruku tidak percaya
Plukk..!
“Ya! Pelankan suaramu, jika orang-orang disini tau siapa kita sebenarnya.. kita bisa dalam bahaya.”  Ujarnya setelah memukul kepalaku pelan
“Hehe.. mianhae, aku lupa..” ucapku ringan
“Kajja..! kita harus segera menyusul Rae suk yang sudah menunggu kita sejak tadi,” ajak hwanie yang langsung menarikku untuk masuk ke dalam.
Kami berempat menaiki setiap wahana yang ada, sejujurnya aku senang bisa melihat hwanie kembali tersenyum. Namun, aku tau alasan hwanie mengajakku. Aku tau bahwa dia ingin aku dan Donghae kembali berbaikkan, aku tidak membencinya.. aku hanya kesal terhadapnya yang tidak bisa menjaganya.
“Oppa.. gwaenchana? Kenapa sejak tadi kau diam saja, eoh? Apa kau tidak suka es krim strawberry?” tanya hwanie mengejutkanku
“Oh.. ah... ani, aku suka..” jawabku gagap
“Waeyo? Apa ada yang kau pikirkan?” tanyanya lagi. “Aniyo..” jawabku singkat sambil memasukkan satu sendok es krim ke dalam mulutku
Aku tau, dia pasti merasakan kalau aku masih canggung saat bertemu dengan Donghae. Aku mencoba bersikap senormal mungkin supaya tidak ada yang mengetahuinya, walaupun... Donghae merasakan hal yang sama yang aku rasakan. Aigoo.. aku benar-benar tidak menyukai suasana ini.
“Oppa... aku akan ke toilet dulu bersama dengan Rae suk, kami ingin memberikan kalian banyak waktu untuk menghabiskan waktu bersama.” Ucap hwanie sambil menyeret paksa Rae suk dan meninggalkan kami berdua

Author POV
Lima belas menit sudah berlalu, namun tidak ada yang memulai untuk membuka percakapan diantara mereka berdua. Es krim yang mereka pesan sudah habis sejak lima menit yang lalu, dan mereka berdua pun sibuk dengan kegiatan masing-masing.
“Ck! Mereka berdua lama sekali, apa selama itu jika yeoja pergi ke kamar mandi?!” gerutu Eunhyuk sambil berdiri dari duduknya
“Mianhae... aku sudah membuat kita berdua berada dalam situasi yang seperti ini,” ucap Donghae lirih namun masih bisa terdengar Eunhyuk. Eunhyuk menoleh menatap Donghae, begitupun sebaliknya. Lalu detik berikutnya mereka berdua pun tertawa bersama.
“Haha.. kau harus lihat ekspresimu tadi, itu sungguh lucu..” seru Dongahe
“Aigoo... kau juga sperti itu, haha... ekspresimu benar-benar membuatku tidak bisa berlama-lama memasang ekspresi marah.”
Mereka berdua pun saling tatap dan kemudian berpelukan erat.

Disisi lain...
@Seoul park, sisi lain dari Seoul the adventure island
Sudah berkumpul tiga orang yeoja dan empat orang namja, mereka sedang menyiapkan tempat untuk makan siang. Lebih tepatnya, bisa disebut pesta jika eunhae berbaikkan.
“Apa rencana kita bisa sukses?” ucap Rae suk lesu
“Waeyo? Apa kau meragukan rencana hwanie?” tanya Suho
“Aniyo.. hanya saja...”
“Mereka berdua pasti akan berbaikkan kembali,” sahut Ryeowook cepat
“Karena mereka berdua bukan tipe couple yang bisa bertahan dalam kecanggungan..” sambung Sungmin
“Jinjja? Waah.. daebak!” seru Dio tidak percaya
“Siapa yang memasak semua ini?” tanya hwanie penasaran
Semua mata langsung menatap Ryeowook dan Hyun sun bergantian. “Ahh.. arasso,” ujar hwanie paham dengan tatapan semua orang yang mengarah ke arah Ryeowook dan Hyun sun
“Omo! Apa kalian akan mengikuti jejak ku dan Donghae oppa?” tanya Rae suk bangga
“Mwo?! Ya! Memangnya kau pikir, wookie oppa dan aku adalah orang yang suka terburu-buru seperti kalian?” protes Hyun sun
Dan semua yang ada disitu pun tertawa melihat tingkah mereka berdua.
“Hwanie~ah, bagaimana perkembangan hubungan kalian?” tanya Ryeowook yang membuat semua mata menatap hwanie
“Ya... ya..! kenapa kalian semua menatapku seperti itu eoh?” tanya hwanie gugup
“Kau gugup, apa kalian sudah menjadi sepasang kekasih?” tanya Dio
“Mwo?!”
“Ku dengar hyukie oppa selalu menjagamu, aigoo... neomu kyeopta..” goda Hyun sun
Hwanie bungkam karena dia bingung apa yang akan dia katakan, apakah kedekatannya dengan hyukie malah membuatnya berada dalam situasi sulit seperti ini.
“Kalian semua berhentilah mendesakknya seperti itu...” ucap dua orang namja yang membuat semua mata beralih...

TBC











You Might Also Like

0 komentar