My idol... [part 5]
Author : Rina Chan
Cast : Lee Hyuk Jae
Lee Rae Hwa
OC
Lee Donghae
Other cast : Kang Rae Suk OC
Lee Sungmin
Kim Ryeowook
Kang Hyun Sun OC
Kim Junmyun a.k.a Suho
Do Kyungsoo a.k.a Dio
Genre : romance, comedy, little sad, friendship, chapter
Annyeong... bagaimana
menurut kalian? Apakah kalian penasaran?
Mianhae kalau kalian kurang suka, tapi aku sudah berusaha untuk membuat
ini. Dan semoga kalian bisa merasakan apa yang aku rasakan saat membaca FF ini.
Gomawo..
========Happy
Reading========
Aku melakukan ini karena aku
sayang dengan teman-temanku, aku tidak terpaksa melakukannya. Bukankah kau tau,
bahwa aku memang selalu mengorbankan diriku untuk orang-orang yang ku sayangi,
oppa? [Lee Rae Hwa]
Kau itu dongsaengnya, kau
lebih berhak untuknya dari pada yeoja itu. [Lee Hyuk Jae]
Seharusnya kau membunuhku
karena telah membuatmu selalu terluka, tidakkah kau sadar bahwa sikapmu inilah
yang membuatku kesakitan? [Lee Donghae]
Kedua namja itu masih saling
menatap seperti waktu itu, hanya saja saat ini suasananya berbeda. Namja yang
sedang ditatap melihat namja yang didepannya dengan mata yang menunjukkan penyesalan.
Entah kenapa saat ini, dia merasa sangat bodoh.
Namja yang menatapnya hanya
melihat ekspresi tersebut dengan diam. “Waeyo? Kenapa pandanganmu begitu?”
tanya Eunhyuk heran ketika melihat Donghae yang menatapnya sendu.
“Kau.. belum memberi tahuku,
bagaimana caraku mengirimnya kemari.” Sahut Dongahe
Eunhyuk POV
Susana yang tercipta antara
kami sungguh sangat tidak menyenangkan, sejujurnya aku membenci situasi seperti
ini. Apalagi dengan seseoorang yang selama ini menjadi coupleku, tapi disatu
sisi aku sangat kesal padanya. Aigoo... apa yang harus ku lakukan?
“Apa kau ingin
mengetahuinya?” tanyaku
“Ne, aku sangat ingin
mengetahuinya... kenapa...”
“Karena kau terlalu fokus
kepada yeoja itu, hingga kau tidak sadar bahwa dongsaengmu sedikit demi sedikit
menjauhimu. Tidakkah kau sadar akan hal itu?!”
Donghae terlihat murung saat
mendengar perkataanku, apa mungkin dia memang menyadari kesalahannya?
“Arasso.. aku memang bukan
oppa yang baik untuknya, tapi apa salahku hingga kalian semua berkomplot untuk
merahasiakan keadaan hwanie dariku?”
“Karena aku yang memintanya
oppa...” jawab seorang yeoja yang berdiri dibelakangku
“Hwanie~ah, bukankah kau
belum boleh turun dari ranjang?” tanyaku khawatir
“Gwaenchana oppa... hae
oppa, lebih baik kau pulang saja..” ucapnya seperti mengusir
“Shireo! Kau tau, aku sangat
khawatir mencarimu kemana-mana namun tidak menemukanmu dimanapun. Dan mereka
semua berkomplot merahasiakan keberadaanmu, apa kau tidak tau bahwa aku dan
kedua sahabatmu khawatir?” tanyanya
“Ani... untuk apa aku
memberitahu kalian? Toh kalian akan sibuk dengan kegiatan kalian sendiri.”
“Waeyo? Kenapa kau melakukan
ini demi sahabatmu, walau mereka memperlakukanmu seperti itu?”
“Aku melakukan ini karena
aku sayang dengan teman-temanku, dan aku tidak terpaksa melakukannya. Bukankah
kau tau, bahwa aku memang selalu mengorbankan diriku untuk orang-orang yang ku
sayangi. Oppa..?”
“Seharusnya kau
membunuhku karena selalu membuatmu
terluka, tidakkah kau sadar bahwa sikapmu inilah yang membuatku kesakitan?”
tanya Donghae geram
“Untuk apa? Bukankah selama
ini aku yang selalu menyusahkan oppa,”
Ku lihat kedua tangan
Donghae mengepal, aku tau dia pasti sangat geram dengan sikap adiknya. Namun
disatu sisi, dia memang tidak bisa melakukan apapun untuk itu.
“Jinjja? Apa kau berfikir
seperti itu pada oppa?” tanyanya kalut
Donghae POV
Aku geram dengan sikap
adikku ini, aku tau aku salah tapi tidak seharusnya dia selalu menyusahkan
dirinya juga karena itu. Saat ini yang aku pikirkan adalah menjaganya, aku
benar-benar membenci diriku yang sepertinya selalu membuatnya dalam posisi
sulit.
“Guere... apa yang kau
inginkan dari oppa, supaya kau bahagia.”
“Aku ingin oppa pergi, dan
berpura-puralah untuk tidak mengetahui keadaanku.” Pintanya
“Shireo! Kau pikir aku akan
menuruti permintaanmu?! Ya! Lee Rae Hwa, kau benar-benar egois...” desis ku
tertahan
“Ne, aku memang egois..
waeyo? Apa kau malu memiliki dongsaeng sepertiku, oppa... pulanglah... jebal...
untuk saat ini tinggalkan aku sendiri,” ucapnya yang langsung memutar tubuhnya
tanpa mendengar jawabanku dan menarik lengan hyukie untuk membantunnya kembali
ke kamarnya.
Beberapa menit setelah aku
berdiri mematung dilorong tersebut, aku pun pergi keluar dan pergi menuju
apartementku.
Sepanjang perjalanan,
pikiranku selalu tertuju pada hwanie. Aku tau dia adalah yeoja yang keras
kepala, apakah dia menginginkan aku putus dengan sukie?
Aish..! aku benar-benar
bingung, aku harus minta tolong pada siapa? Batinku.
Keesokan harinya, aku memutuskan
untuk mengunjungi makam kedua orang tuaku. Aku pikir saat ini yang aku butuhkan
adalah bercerita kepada mereka berdua, seandainya saja mereka masih ada...
Setibanya aku dimakam kedua
orang tuaku, aku langsung menghembuskan nafas tertahan.
“Abojji.. eomma.... mianhae,
aku bukan oppa yang baik untuk hwanie... haruskah? Aku korbankan Rae suk demi
dongsaengku? Waeyo.. kenapa ini harus menjadi hal yang sulit, andai saja eomma
dan abojji ada disini sekarang... mungkin aku tidak akan sulit untuk menemukan tempatku
bersandar,” sesaat aku terdiam. Tiba-tiba satu persatu air mataku jatuh
membasahi pipiku, saat ini aku hanya butuh tempat bersandar.
“Eomma... abojji.. ijinkan
aku untuk istirahat sebentar disini ne, gomawo...” ucapku pada diri sendiri
Author POV
Tanpa Donghae sadari, ada
seseorang yang memandangnya dari kejauhan dengan iba. Ingin rasanya orang
tersebut mendekatinya, namun niatnya itu ia urungkan dan ia lebih memilih untuk
kembali dengan membawa buket bunga yang dibawanya.
“Paboya...!” desisnya sambil
menangis meninggalkan tempat tersebut.
***
Setelah menjalani perawatan
selama dua minggu lebih, hwanie pun diizinkan pulang oleh dokter yang
merawatnya.
“Chukhahae...!” seru hyukie
mengagetkan hwanie yang tengah membereskan baju-bajunya.
“Ya! Oppa.. kau
menganggetkan ku saja,”
“Yeyy~~, akhirnya aku ada
teman bermain lagi...” ucap Suho sambil mengacak rambut hwanie
“Ya! Bisakah kalian bersikap
baik eoh, kalian berdua menyebalkan..” protes hwanie
Suho dan hyukie pun hanya
tertawa melihat tingkah hwanie yang kekanak-kanakan.
“Hyukie oppa.. bagaimana
kabar hae oppa?” tanya hwanie yang langsung membuat tawa hyukie berhenti.
“Ahh... itu... emm... gwaenchana, aku kurang tau.. karena sejak kejadian itu
aku jarang bertemu dengannya.”
“Jadi benar apa kata media, bahwa
eunhae couple mengalami keretakan? Ya! Oppa, itu tidak baik...” seru hwanie
jengkel
“Lalu apa yang harus ku
lakukan, bukankah kau sendiri tau bahwa hae susah untuk ku dekati sekarang...
kau sendiri pun tidak pernah menyapanya kembali kan?” protes hyukie
“Waeyo? Apa kau masih
membenci Donghae hyung, hwanie~ah?” tanya Suho
Hwanie terdiam sejenak,
sejujurnya dia tidak terlalu membenci hae. Hanya saja, saat itu hwanie memang
ingin sendiri dan tidak ingin bertemu dengan Donghae karena ingin menenangkan
hatinya. Namun, dia sendiri tidak sadar bahwa dia sudah tidak bertemu dengan
Donghae sejak dua minggu yang lalu, yang dia ingat adalah terakhir kali dia
melihat Donghae saat dia berniat untuk mengunjungi makam kedua orang tuanya.
“Hhhh~~ ne, aku ingin
bertemu dengannya sekarang. Aku rindu dengan oppa..” sahut hwanie sambil
tersenyum
Rae Hwa POV
Setelah menempuh perjalanan
sekitar dua puluh menit, akhirnya aku sampai diapartement ku dan hae oppa.
Dibantu oleh Suho oppa dan hyukie oppa, akhirnya aku sudah berdiri didepan
pintu apartment ku dan hae oppa.
“Hwanie~ahh... hwaiting ne,
bersikaplah baik pada oppamu...” ucap Suho oppa
“Sampaikan salamku untuknya,
dan katakan bahwa aku sangat merindukan moment-moment bersamanya..” pesan
hyukie oppa sambil tersenyum
“Kami pergi dulu hwanie..
annyeonghi gyeseyo..” pamit Suho oppa diikuti oleh hyukie oppa dibelakangnya.
Setelah menekan beberapa
nomer, akhirnya pintu apartement pun terbuka. Pemandangan yang pertama kali aku
lihat adalah ruangan yang sangat rapi dan bersih, apakah semua ini dikerjakan
oleh hae oppa? Batinku.
Aku berjalan menyusuri
setiap ruangan di apartement tersebut, dan sedikit terkejut ketika melihat
seseorang tertidur disofa yang ternyata itu adalah hae oppa. Aku tersenyum
simpul melihatnya tertidur, sejujurnya aku merindukan wajah oppa ku ini.
Mianhae... lirihku.
Setelah menyelimutinya, aku
langsung menuju kamarku dan terkejut ketika melihat dua orang yang sangat aku
kenal sedang tertidur dengan nyenyak diranjang king size ku.
“Aish... tidak biasanya
mereka ada disini, apa mereka yang telah membantu hae oppa untuk membereskan
apartement? Sepertinya iya,” gumamku
Aku memutuskan untuk
membersihkan diriku terlebih dahulu. Setelah itu, aku menuju dapur untuk
mengambil segelas air namun tiba-tiba aku mengurungkan kegiatan ku tersebut
begitu tidak sengaja melihat Rae suk dan hae oppa berciuman.
“Ya! Apa hubungan kalian
sudah terlampau jauh sampai bisa melakukan hal seperti itu disini?!” sentakku
yang membuat mereka berdua melepaskan tautan bibir mereka
“Hwanie~ah.. kau sudah
pulang? Ke.. kenapa kau tidak memberitahu oppa?” tanya hae oppa yang langsung
melepas rangkulannya pada Rae suk dan berjalan ke arah ku.
Aku hanya mendengus pelan
lalu berjalan melewatinya dan mengambil gelas lalu menuangkan segelas air dingin.
“Waeyo? Apa oppa kaget aku sudah pulang... atau.. mungkin oppa akan melakukan
hal yang lebih dari sekedar ciuman?” sindirku yang membuatnya bungkam
“Hwanie~ah... bogoshipo...
kenapa kau tidak pernah memberi tahu kami kalau kau sakit, eoh?” tanya Rae suk
khawatir sambil memelukku erat. Aku nyaris terhuyung karena perlakuannya yang
tiba-tiba tersebut.
“Nado bogoshipo, mianhae...
lantas kalau kau tau kenapa kau tidak menjengukku? Ahh.. apa kau tidak ingin
jauh-jauh dari oppa ku?” desisku yang membuatnya membeku lalu menatap hae oppa
tajam.
“Oppa... aku merindukanmu,
aku pikir kau sudah berubah tanpa kehadiranku. Ternyata... kau semakin liar
saja,” ucap ku pada hae oppa yang sukses membuatnya salah tingkah. “Hati-hati
dengan oppa ku ne... bisa-bisa kau sudah hamil sebelum kalian menikah..” godaku
pada Rae suk dan ku lihat wajahnya seketika memerah, dan itu langsung membuatku
tertawa.
“Hwanie~ah.. mianhae...”
ucap Hyun sun sambi menangis dan memelukku erat
“Sudahlah... itu semua sudah
berlalu, aku sudah memafkan kalian semua..” sahutku sambil tersenyum.
Donghae POV
Aigoo... aku ketahuan, aku
pikir dia akan marah ternyata dia hanya usil menggoda ku dan Rae suk. Namun
tidak bisa ku pungkiri bahwa aku memang merindukan sosoknya, walaupun terkadang
aku selalu mengingat sikapnya terhadap ku saat dirumah sakit. Tapi tetap saja,
dia adalah adikku. Dongsaaeng yang paling aku sayang dan akan selalu ku jaga
melebihi yeoja manapun.
“Cha..! aku akan pergi untuk
mencari makanan terlebih dahulu, untuk merayakan kesembuhan hwanie. Bagaimana?”
usulku yang langsung membuat mereka bertiga mengangguk cepat dan setuju
Aku melangkah keluar
apartement dengan perasaan senang, disatu sisi mungkin hwanie sudah memafkanku.
Namun.. entah kenapa aku selalu takut jika dia masih membenci ku karena
tindakan bodoh ku.
Aish..! sudahlah, toh hwanie
tidak sejahat yang aku pikirkan. Batinku.
***
Semua makanan yang aku beli
sudah tersaji dengan rapi di atas meja. Aku menarik sebuah kursi kosong tepat
disamping Rae suk dan itu sontak menarik perhatian hwanie yang sedang mencicipi
kimchi.
“Waeyo? Aku tau aku tampan,
hwanie~ah. Singkirkan tatapan membunugmu dari ku,” ucap ku yang langsung
mengambil sedikit kimchi yang diletakkan dihadapannya
“Ne.. aku bahkan baru tau
kau sangat tampan oppa, ckckck...” sahutnya heran
“Mwo? Kau baru sadar bahwa
aku tampan?? Jinja?! Aigoo... bahkan temanmu ini sudah mengetahuinya terlebih
dahulu dari dirimu,”
“Ck! Sudah ku duga kau akan
merespon seperti itu, sudah berapa lama kalian pacaran? Kenpa aku tidak diberi
tahu?”
“Emm... mianhae hwanie, aku
sebenarnya ingin memberitahumu, hanya saja...”
sejenak perkataan Rae suk menggantung dan menatapku sekilas meminta
izin. Aku menganggukkan kepalaku.
“Hanya saja... hae oppa
melarangku, karena dia takut kau akan semakin membencinya..” sambung Rae suk
“Ah.. jadi dia juga
melarangmu untuk menjengukku saat aku sakit?” tebakknya
“Aniyo..! aku sama sekali
tidak melarang sukie untuk menjengukmu,” selaku
“Lalu.. apa karena kalian
berdua sibuk untuk berkencan? Aish.. dasar,” gerutu hwanie kesal
Author POV
“Dan kau... kenapa kau juga
tidak pernah menjengukku, eoh?” tanya hwanie pada Hyun sun yang sejak tadi
diam. “Ahh... mianhae.. aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja aku masih
merasa bersalah padamu karena sikap egoisku...” jawab Hyun sun
“Dan.. dia sekarang sedang
sibuk belajar memasak dengan wookie..” sahut Donghae yang langsung dibalas dengan tatapan membunuh dari Hyun sun
“Jinjja?! Ahh.. pasti sangat
menyenangkan, apa Dio oppa juga ikut mengajarimu?” tanya hwanie antusias
“N..ne.. terkadang...” jawab
Hyun sun gagap
Sontak hwanie langsung
tertawa melihat tingkah Hyun sun yang seperti ketakutan. “Haha... gwaenchana?
Kenapa sepertinya kau gugup sekali, ckckck... tenanglah. Aku sudah melupakan
semuanya.” Ujar hwanie menenangkan Hyun sun sambil sesekali menepuk-nepuk pundaknya
“Oppa... aku dengar eunhae
sedang dalam keretakan, apa penyebabnya adalah aku?” tanya hwanie tiba-tiba
Sejenak Donghae menghentikan
aktivitas makannya dan menatap hwanie. “Waeyo?”
“Jika apa yang dikatakan
oleh media itu benar, maka aku akan menyatukan kalian berdua kembali..” ujar
hwanie
“Ahh~ aku sangat penasaran,
bagaimana caramu untuk menayatukan kami.” Ujar Donghae sambil meminum segelas
air lalu pergi meninggalkan meja makan begitu saja.
“Aku pergi dulu ne, aku
sudah ada janji untuk berbelanja dengan wookie oppa..” pamit Hyun sun sambil
berlalu
Blam..!
Seketika suasana kembali
hening, hanya ada suara dentingan alat-alat makan yang saling beradu.
“Hwanie~ah, apa kau sakit
lagi? Atau makanannya tidak enak?” tegur Rae suk yang sejak tadi melihat hwanie
tidak meneruskan makannya kembali
“Aniyo... emm... ya! Maukah
kau membantuku untuk menyatukan mereka?” usul hwanie
“Ne.. ne..! aku mau
membantumu, aku sedih saat melihat hae oppa hanya memandangi fotonya dengan
hyukie oppa...”
“Jeongmal?! Ahh... gomawo,”
seru hwanie senang
“Jadi sejak tadi kau
memikirkan cara untuk menyatukan mereka?” goda Rae suk yang hanya dibalas
senyuman ringan oleh hwanie.
Keesokan harinya...
@Seoul the adventure island
Eunhyuk POV
Cuaca hari ini sungguh
mendukungku untuk berkencan dengannya. Aku bahkan sudah berpenampilan semenarik
mungkin agar dia betah jalan bersamaku.
Berkali-kali aku melirik jam
dipergelangan tangan kiriku dan mendesah pelan karena sosok yang ku tunggu-tunggu
belum muncul juga, sesaat aku mengedarkan pandanganku dan tidak sengaja
pandanganku menangkap siluet bayangannya. Tanpa ku sadari sudut bibirku
tertarik, dan sesekali aku melambaikan tanganku padanya untuk memberitahukan
posisiku.
Namun tiba-tiba senyumanku
memudar begitu tau siapa sosok yang berjalan tidak jauh dibelakangnya.
“Mianhae... apa oppa sudah
lama menunggu?” tanyanya sambil mengatur nafas
Aku kembali tersadar setelah
beberapa detik beradu pandang dengan sosok yang bersamanya. “Ah.. ne, gwaenchana...”
sahutku sambil kembali menatap sosok yang bersamanya.
“Eotteo’ke jinaeseyo... Donghae~ssi...”
ucapku sambil tersenyum pada sosok yang sudah lama tidak ku temui
“Chal jinaeyo... aigoo..
hanya beberapa minggu tidak bertemu apakah panggilanmu padaku berubah? Ckck...
itu sangat menggangguku...” sahutnya
“Oppa... aku kemari bersama
hae oppa karena kami akan double date,” ucap hwanie padaku. “Mwo?! Double
date?? Ya! Apa kau dengannya sudah menjadi sepasang kekasih, eoh?” seruku tidak
percaya
Plukk..!
“Ya! Pelankan suaramu, jika
orang-orang disini tau siapa kita sebenarnya.. kita bisa dalam bahaya.” Ujarnya setelah memukul kepalaku pelan
“Hehe.. mianhae, aku lupa..”
ucapku ringan
“Kajja..! kita harus segera
menyusul Rae suk yang sudah menunggu kita sejak tadi,” ajak hwanie yang
langsung menarikku untuk masuk ke dalam.
Kami berempat menaiki setiap
wahana yang ada, sejujurnya aku senang bisa melihat hwanie kembali tersenyum.
Namun, aku tau alasan hwanie mengajakku. Aku tau bahwa dia ingin aku dan Donghae
kembali berbaikkan, aku tidak membencinya.. aku hanya kesal terhadapnya yang
tidak bisa menjaganya.
“Oppa.. gwaenchana? Kenapa
sejak tadi kau diam saja, eoh? Apa kau tidak suka es krim strawberry?” tanya
hwanie mengejutkanku
“Oh.. ah... ani, aku suka..”
jawabku gagap
“Waeyo? Apa ada yang kau
pikirkan?” tanyanya lagi. “Aniyo..” jawabku singkat sambil memasukkan satu
sendok es krim ke dalam mulutku
Aku tau, dia pasti merasakan
kalau aku masih canggung saat bertemu dengan Donghae. Aku mencoba bersikap senormal
mungkin supaya tidak ada yang mengetahuinya, walaupun... Donghae merasakan hal
yang sama yang aku rasakan. Aigoo.. aku benar-benar tidak menyukai suasana ini.
“Oppa... aku akan ke toilet
dulu bersama dengan Rae suk, kami ingin memberikan kalian banyak waktu untuk
menghabiskan waktu bersama.” Ucap hwanie sambil menyeret paksa Rae suk dan
meninggalkan kami berdua
Author POV
Lima belas menit sudah
berlalu, namun tidak ada yang memulai untuk membuka percakapan diantara mereka
berdua. Es krim yang mereka pesan sudah habis sejak lima menit yang lalu, dan
mereka berdua pun sibuk dengan kegiatan masing-masing.
“Ck! Mereka berdua lama
sekali, apa selama itu jika yeoja pergi ke kamar mandi?!” gerutu Eunhyuk sambil
berdiri dari duduknya
“Mianhae... aku sudah membuat
kita berdua berada dalam situasi yang seperti ini,” ucap Donghae lirih namun
masih bisa terdengar Eunhyuk. Eunhyuk menoleh menatap Donghae, begitupun
sebaliknya. Lalu detik berikutnya mereka berdua pun tertawa bersama.
“Haha.. kau harus lihat
ekspresimu tadi, itu sungguh lucu..” seru Dongahe
“Aigoo... kau juga sperti
itu, haha... ekspresimu benar-benar membuatku tidak bisa berlama-lama memasang
ekspresi marah.”
Mereka berdua pun saling
tatap dan kemudian berpelukan erat.
Disisi lain...
@Seoul park, sisi lain dari
Seoul the adventure island
Sudah berkumpul tiga orang
yeoja dan empat orang namja, mereka sedang menyiapkan tempat untuk makan siang.
Lebih tepatnya, bisa disebut pesta jika eunhae berbaikkan.
“Apa rencana kita bisa
sukses?” ucap Rae suk lesu
“Waeyo? Apa kau meragukan
rencana hwanie?” tanya Suho
“Aniyo.. hanya saja...”
“Mereka berdua pasti akan
berbaikkan kembali,” sahut Ryeowook cepat
“Karena mereka berdua bukan
tipe couple yang bisa bertahan dalam kecanggungan..” sambung Sungmin
“Jinjja? Waah.. daebak!”
seru Dio tidak percaya
“Siapa yang memasak semua
ini?” tanya hwanie penasaran
Semua mata langsung menatap
Ryeowook dan Hyun sun bergantian. “Ahh.. arasso,” ujar hwanie paham dengan
tatapan semua orang yang mengarah ke arah Ryeowook dan Hyun sun
“Omo! Apa kalian akan
mengikuti jejak ku dan Donghae oppa?” tanya Rae suk bangga
“Mwo?! Ya! Memangnya kau
pikir, wookie oppa dan aku adalah orang yang suka terburu-buru seperti kalian?”
protes Hyun sun
Dan semua yang ada disitu
pun tertawa melihat tingkah mereka berdua.
“Hwanie~ah, bagaimana
perkembangan hubungan kalian?” tanya Ryeowook yang membuat semua mata menatap
hwanie
“Ya... ya..! kenapa kalian
semua menatapku seperti itu eoh?” tanya hwanie gugup
“Kau gugup, apa kalian sudah
menjadi sepasang kekasih?” tanya Dio
“Mwo?!”
“Ku dengar hyukie oppa
selalu menjagamu, aigoo... neomu kyeopta..” goda Hyun sun
Hwanie bungkam karena dia
bingung apa yang akan dia katakan, apakah kedekatannya dengan hyukie malah
membuatnya berada dalam situasi sulit seperti ini.
“Kalian semua berhentilah
mendesakknya seperti itu...” ucap dua orang namja yang membuat semua mata
beralih...
TBC

0 komentar