Author : Rina Chan
Cast : Cho Kyuhyun
Kim Shin
Yeong
Other cast : silahkan dicari, ^^
Genre : hurt/ comfort, romance, fantasy, meried life,
twoshoot.
Ini bagian terakhir dari sequel BECAUSE, I ALWAYS BESIDE YOU. Gomawo untuk
respon kalian semua di ff cerita inti ataupun sequel-nya *bow*
Semoga kalian menyukainya, dan sampai jumpa di karyaku yang
lain... ^^ *wink*
Have enjot it and don’t forget to RCL....
Backsong
: Super Junior M – After a minute & Super Junior – This is love
>>>> beware Typo <<<<
Seorang wanita berumur sekitar dua puluh tiga tahun sedang
memandangi sebuah makam yang masih terlihat segar. Aroma dupa masih sangat
tercium meskipun sudah beberapa hari berlalu sejak upacara kematian.
Wanita itu membuka kaca mata hitamnya dan menyeka
tetesan-tetesan air bening yang jatuh dari kedua mata cantiknya. Dia berjalan
mendekati makam tersebut dan meletakkan buket bunga yang dibawanya. Sejenak dia
terdiam karena mendo’akan si mendiang yang sangat berarti bagi hidupnya selama
ini.
Setelah selesai melaksanakan ritualnya, dia kembali berdiri
dan mengusap batu nisan itu. Jari-jari lentiknya mengikuti ukiran nama yang ada
dibatu nisan itu, jemarinya berhenti ketika selesai mengikuti ukiran nama yang
bertuliskan.... KIM DONG GOO.
Wanita itu kembali memakai kaca mata hitamnya lalu melihat
jam yang melingkar dipergelangan tangan kirinya.
“Maafkan aku kek, bahkan disaat-saat terakhirmu aku tidak
berada disampingmu. Maafkan aku,” ucapnya sambil membungkuk.
“Kakek tidak akan memarahiku? Aku sudah bertingkah
menyebalkan, dan kenapa kakek diam saja?” tegurnya pada sebuah foto yang ada
didepan nisan tersebut. Wanita itu menarik kedua sudut bibirnya, tersenyum
getir.
“Aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik kakek. Kau tidak
perlu khawatir karena aku akan sering mengunjungimu,” ucapnya lalu mulai
melangkah sambil menarik kopernya menjauh keluar area pemakaman tersebut.
Wanita itu, Kim Shin Yeong. dia kembali setelah delapan
bulan lamanya dia pergi. Lebih tepatnya menghilang. Dia kembali lagi setelah
semua... anni! Setelah menyelesaikan dua permintaan yang mengharuskannya pergi
dari rumah yang ditempatinya.
Bukan tanpa alasan saat itu dia pergi. Saat itu dia....
__flashback ON__
Setelah menutup pintu rumahnya, dia berjalan menuju garasi
mobilnya dan menyalakan mesin mobil lalu membawanya pergi.
“Kau yakin meninggalkan mereka berdua?” tanya Hyun Wi yang tidak lain adalah ibu dari Shin
Yeong. wanita itu sama sekali tidak menjawab pertanyaan sang ibu dan lebih
fokus menyetir.
“Kau bahkan mematikan handphone-mu, tidakkah kau pikir
nanti suamimu khawatir padamu?” timpal Dae Suk, suami sekaligus ayah bagi Shin
Yeong.
“Lantas apa yang kalian inginkan? Bukankah kalian ingin
segera kembali ke surga, tidakkah kalian menghargai usahaku untuk lebih
mementingkan kalian dari pada keluarga kecilku itu?” balas Shin Yeong yang
tidak tahan akan ucapan kedua orang tuanya yang saling memojokkan dirinya.
Shin Yeong menepikan mobilnya dan mencoba mengatur emosi
yang saat ini kembali menyerang pikirannya.
“Tapi, nak....”
“Aku tau, keinginan eomma. eomma ingin berkeliling Eropa
bukan?” potongnya cepat. Hyun Wi hanya mengatupkan mulutnya. Shin Yeong melihat
ekspresi kedua orang tuanya lewat kaca spion. “Lalu, keinginan appa adalah
berkunjung ke New Zealend kan?” Dae Suk hanya memalingkan wajahnya tidak berani
membalas tatapan mata anaknya itu.
“Kalau begitu, aku akan mewujudkannya. Meskipun aku
mengorbankan keluarga kecilku,” Shin Yeong kembali melajukan mobilnya menuju
bandara untuk mewujudkan permintaan kedua orang tuanya itu.
__flashback OFF__
__oOo__
Shin
Yeong POV
Berkali-kali ku atur nafasku yang tidak beraturan ketika
mobilku sudah masuk ke garasi rumah kami. Ku tatap daun pintu yang terlihat
dari dalam mobilku. Setelah dirasa cukup, akhirnya ku langkahkan kakiku menuju
teras dan membuka pintu utama rumah kami dengan perlahan.
Tenang dan sunyi, itulah suasana yang saat ini terlintas
dipikiranku ketika berhasil masuk.
Kedua kakiku berjalan menuju kamar kami –kamarku dan
Kyuhyun oppa-. Masih seperti dulu, gumamku pelan ketika melihat kamar kami
tidak berubah sedikitpun meski delapan bulan telah berlalu.
“Ahh~ aku merindukan suasana ini,” ucapku ketika
membaringkan tubuh letihku keatas ranjang. Sejenak ku hirup aroma maskulin yang
menguar dari bantal yang digunakan oleh Kyuhyun oppa. Aku merindukannya,
sangat.
Setelah merapikan semua baju-bajuku, aku putuskan untuk
mandi lalu berniat melihat baby Yoon.
“Hai, baby Yoon... eomma, kem.....” perkataanku berhenti
ketika tidak menemukan sosok mungil itu. Ahh~ aku merindukannya.
Ku langkahkan kakiku mendekati dinding yang terdapat
foto-foto miliknya yang memperlihatkan pertumbuhannya sepanjang bulan.
Pandanganku berakhir pada sebuah foto yang terakhir diambil sebulan yang lalu. Tepat saat umurnya satu
tahun lebih lima bulan.
Ku kecup foto itu berkali-kali. “Eomma merindukanmu, nak.
Maafkan eomma,” ucapku pilu.
“Mamm... ma...” kepalaku menoleh ketika melihat kedua orang
yang sangat ku rindukan. Tanpa aba-aba, aku langsung menghambur memeluk mereka.
“Kau sudah kembali?” tanya Kyuhyun oppa lembut. Oh,
astaga... aku merindukan suaramu oppa. Aku hanya mengangguk mengiyakan.
“Beri salam pada eomma, sayang.” Ucap Kyuhyun oppa sambil
memberikan Yoon Bi kepadaku. Langsung ku peluk tubuh mungilnya.
Raut wajah mungilnya berkerut melihatku menangis. Lalu
dapat ku rasakan kedua tangan mungilnya mengusap air mata yang jatuh.
“Bisa kau mandikan dia? Setelah itu...”
“Aku mengerti,” jawabku cepat lalu mulai kembali
mengerjakan tugasku sebagai seorang ibu.
Setelah semua tugasku selesai, aku keluar kamar Yoon Bi dan
bergabung dengan Kyuhyun oppa yang sedang menonton Tv diruang tengah.
“Oppa....” aku menoleh padanya ketika merasakan tangan
kanannnya merangkul pundakku erat lalu menarikku untuk mendekat padanya.
“Bogoshipo....” ucapnya sambil mengecup lama puncak kepalaku.
Kyuhyun
POV
Dia kembali, akhirnya setelah delapan bulan lamanya aku
menunggu akhirnya dia kembali juga. Awalnya memang aku jengkel karena dia pergi
begitu saja meninggalkan Yoon Bi yang sedang sangat membutuhkannya. Tapi,
begitu tau alasannya kenapa dia pergi maka aku memakluminya.
Apa kalian penasaran aku tau dari mana alasan istriku itu
pergi begitu saja? Tidak perlu ku jelaskan kalian sudah tau bukan? Anni????
Geure... aku mengetahui alasannya pergi dari Ryeowook
hyung. Saat aku sedang berusaha menenangkan Yoon Bi yang sedang menangis dan
beberapa kali aku menggerutu karena sikap istriku itu, Ryeowook hyung
memberikanku sebuah buku.
‘Kyun~ah, maafkan adikku. Dia punya alasan tersendiri
kenapa seperti itu, dia meninggalkan kalian karena ingin mewujudkan permintaan
eomma dan appa. Bisakah kau memahaminya? Kau tau bukan, bahwa ini sulit
baginya?’
Aku termenung lalu mengangguk paham.
‘Gomawo...’
“Oppa...” aku menunduk menatap wajahnya. “Nado...” ucapnya
lirih nyaris berbisik.
__oOo__
Saat ini aku sedang menatap kedua malaikatku yang sedang
asyik bercengkrama riang. Istriku sedang berkali-kali mencoba berbicara dengan
buah hati kami, dan dibalas beberapa gumaman ringan dan pekikan dari buah hati
kami tersebut.
Senyumku mengembang seiring dengan langkahku yang mendekati
mereka berdua. Pekikan Yoon Bi membuat istriku menoleh kearahku.
“Eoh, kau sudah pulang? Dan.... kenapa kau
mengendap-endap?” tanyanya ketika melihatku. Awalnya aku memang berniat
mengagetkannya, namun niat itu sirna ketika baby Yoon melihatku.
Aku mendesah pelan, “Awalnya aku berniat memberi kejutan.
Tapi baby Yoon melihatku,” jelasku sambil menggaruk tengkukku kikuk. Sesaat
suasana hening. “Hahahaha....”
“Tidak ada yang lucu,” gerutuku sambil cemberut. Dia menutup
mulutnya berusaha meredam tawanya, namun tetap saja aku masih bisa mendengar
kekehannya.
Ku putar balik tubuhku lalu menghentakkan kakiku ketika
melangkah menuju kamar kami.
“Oppa...” aku membuka kedua mataku dan tersenyum ketika
melihat kedua mata bulatnya. Kedua sudut
bibirku tertarik membentuk sebuah senyuman yang sempurna.
“Mwo?” tanyaku serak
Tangannya terulur mengusap wajahku, refleks kedua mataku
terpejam merasakan sentuhannya. “Aku merindukanmu,” ucapku yang sudah mulai
tersulut gairah. Kedua mata bulatnya mengerjap sempurna. Tanpa menunggu lama
langsung ku cium bibirnya.
__oOo__
Author
POV
Hari berganti hari, dan tidak terasa mereka sudah
mengarungi bahtera pernikahan selama 4 tahun. Kebahagiaan mereka bertambah
sempurna ketika sang anak sudah bisa mengucapkan beberapa kata yang terkadang
membuat kedua orang tuanya merasa gemas.
Saat ini, keluarga kecil itu sedang menikmati waktu sore
mereka bersama-sama. Sang ayah sedang menggoda anaknya yang berusaha mengejar
tubuhnya dengan susah payah. Sedangkan sang ibu, memperhatikan tingkah laku
mereka berdua sambil sesekali mengusap perutnya yang sudah sedikit besar,
karena sudah menginjak enam bulan.
“Eomma...” Shin Yeong –sang ibu- mendongak dan tersenyum
ketika Yoon Bi berusaha menggapai wajah ibunya ketika dia berada digendongan
Kyuhyun –sang ayah-. “Ne, sayang” jawab Shin Yeong sambil mengulurkan tangannya
untuk menerima tubuh mungil Yoon Bi. Namun dengan cepat, Kyuhyun mundur
beberapa langkah dari tempat Shin Yeong duduk.
Yoon Bi menoleh dan menatap Kyuhyun tidak suka. “Kau sudah
berjanji untuk tidak meminta gendong pada eomma, bukan?” ucap Kyuhyun mengerti.
“Hanya sebentar saja tidak boleh?” tanyanya sambil memasang wajah aegyo. Kyuhyun
menggeleng tegas.
“Arraso, tapi nanti aku boleh digendong lagi?”
“Ne, nanti setelah adikmu lahir, sayang.” Ucap Shin Yeong
lembut ketika sudah berdiri dihadapan mereka berdua. “Berapa lama?”
Kyuhyun mengecup pipi anaknya gemas, “Wae? Kau suka sekali meminta
gendong pada eomma.” tanya Kyuhyun dengan nada cemburu
“Karena appa kan selalu bekerja, dan pasti badan appa
pegal-pegal. Jadi, aku tidak ingin membuat badan appa sakit,” jelasnya dengan
mimik wajah yang menggemaskan
Kyuhyun menghujani wajah putrinya dengan ciuman. Dia senang
sekaligus bahagia mendengar ucapan anaknya yang pengertian.
(( at night, Kyu-Shin room... ))
“Oppa...” panggil Shin Yeong ketika akhirnya dia memutuskan
untuk memanggil suaminya itu. Hening... tidak ada respon dari suaminya. Shin
Yeong menoleh dan menatap wajah suaminya yang ternyata sudah tertidur pulas.
Sebenarnya dia tidak sedang dalam kondisi ngidam, hanya
saja... dia masih penasaran apakah Ryeowook masih ada atau tidak.
Akhirnya, setelah beberapa menit dia terdiam. Shin Yeong
turun dari ranjang untuk mencari sesuatu.
“Kau sedang apa?” tanya Kyuhyun yang terbangun karena
merasakan bahwa istrinya tidak berada disampingnya.
Shin Yeong menoleh dan menggeleng pelan, “Apa aku
mengganggumu, oppa?” tanyanya polos dan kembali menuju ranjang untuk berbaring.
“Kau sedang hamil, dan tidak boleh terlalu lelah.” Ucap
Kyuhyun sambil mengusap-usap punggung istrinya, supaya dia bisa tidur. Shin Yeong
mengangguk patuh.
Shin
Yeong POV
Dugaanku benar, Ryeowook oppa sudah pergi. Tapi, kenapa dia
sama sekali tidak memberi tahuku? Jahat sekali!
Pandanganku menatap nanar lantai rumah yang saat ini ku
pijak. Akhir-akhir ini aku harus sering melakukan jalan karena kandunganku yang
sudah menginjak sembilan bulan. Aigoo... senang sekali rasanya sudah mempunyai
anak kedua. Tidak terasa, padahal seperti baru kemarin aku mengandung Yoon Bi.
Tanganku terulur mengusap perut besarku, sesekali
menyanyikan lagu lullaby. Dapat ku rasakan beberapa kali gerakan kecil darinya.
“Kau sudah tidak sabar ingin keluar, eoh?” tanyaku sambil
tersenyum simpul.
“Bagaimana keadaannya?” tanya Kyuhyun oppa ketika kami
sedang makan malam bersama tanpa Yoon Bi, karena dia menginap dirumah eomoniem.
“Baik, akhir-akhir ini dia selalu bergerak dan terkadang
membuatku kewalahan.”
“Jinjja?!” aku mengangguk mantap. Kyuhyun oppa berdiri dari
duduknya dan memutar kursiku. Dia langsung menempelkan telinganya diperutku
sambil sesekali mengajaknya berbicara.
“Arkh...!” erangku.
“Gwaenchana?” aku menggeleng setelah melihat cairan bening
merembes keluar. “Oppa... akh.... ak.. aku...”
“Arrasso, kita pergi sekarang.”
__oOo__
‘Chukhahaeyo...! kau sudah memberikanku keponakan lagi,
yeongie...’
‘Eonnie...!! kau memiliki dua anak yang sangat tampan dan
cantik’
‘Maafkan eomma nak, eomma tidak bisa membantumu lagi
sekarang...’
‘Kau sudah melahirkan putra yang tampan sepertiku,
kekeke....’
Ku paksakan mataku untuk terbuka setelah untuk beberapa
saat aku bermimpi bertemu dengan mereka –lagi-. Ahh~ kali ini mereka tidak bisa
melihat anakku yang kedua, tapi tidak apa, toh mereka pun bisa tetap melihatnya
meskipun mereka sudah berada disurga.
“EOMMA...!” pekik putri kecilku yang langsung menaiki kursi
yang ada disamping ranjangku. Aku tersenyum tipis melihat tingkahnya.
“Sssstt...! jangan berteriak, nanti kau membangunkan
adikmu.” Ucapku menasehati sambil mengusap rambut tebalnya. Dia hanya nyegir
kuda sambil melirik box bayi tempat adiknya berbaring.
“Gomawo... akhirnya kau memberikanku patner bermain game
juga,” ucap Kyuhyun oppa sambil mengecup keningku lama dan ku balas dengan
memukul dadanya pelan hingga membuatnya terkekeh.
“Appa.... siapa namanya?”
“Cho Yoong Ji,” jawab Kyuhyun oppa setelah melihat anak kami.
Kyuhyun
POV
“Berhentilah berlari-lari seperti itu, Bie~ya...” ucapku
sedikit berteriak. Sejak tadi aku mengikuti putri kecilku yang berlari seperti
mengejar sesuatu.
“Appa... jebal, ayo kejar dia sebelum dia menghilang lagi
seperti kemarin,” pintanya sambil berusaha menarik tanganku. Aku melihat
kearahnya lalu melihat sekeliling. Siapa yang dia kejar?, batinku bertanya.
“Appa!” pekiknya karena dengan tiba-tiba aku menggendongnya
kembali ke kamar inap Shin Yeong untuk membantunya membereskan benda-bendanya.
Karena hari ini dia akan pulang.
“Oh, waeyo oppa? Wajahmu berkeringat sekali...” ucap Shin
Yeong ketika aku sampai dikamar inapnya. Dia mendekatiku dan mengusap peluh
yang menetes dengan tisue.
“Apa ini karena mengejar Yoon Bi lagi?” aku hanya menganggukkan
kepalaku. “Dia selalu berkata ‘jangan sampai kita kehilangan dia lagi’. Aigoo,
memang apa yang dia kejar sampai dia seperti itu?”
“Wae?” tanyaku ketika tiba-tiba Shin Yeong menatapku dalam
lalu menoleh kearah Yoon Bi yang sedang mengajak Yoong Ji berbicara.
“Boleh eomma tau, apa yang kau kejar?” tanyanya. Aku hanya
berdiri tidak jauh dari mereka namun masih bisa mendengar apa yang mereka
bicarakan.
Yoon Bi mengangguk cepat lalu mulai berceloteh tentang
pertemuannya dengan seorang gadis yang berumur lebih tua darinya. Lalu.. bla
bla bla...
“Jadi apakah dia ada disini, sekarang?” tanya Shin Yeong
memastikan. Oh, astaga! Jangan bilang bahwa dia bisa melihat arwah, gumamku.
Shin Yeong berdiri dan menghampiriku, “Tidak usah kau beri
tahu. Aku sudah tau kesimpulannya,” selaku cepat
“Tapi ini terlalu cepat, oppa.” Timpalnya tidak percaya.
“Tidak ada yang tidak mungkin,” balasku sambil memegang
kedua bahunya.
Kami berdua sama-sama menghela nafas dalam dan panjang,
tidak bisa membayangkan putri kami yang baru berumur lima tahun sudah bisa
melihat arwah dan mungkin saja beberapa tahun lagi dia akan menjadi seorang
catcher.
“Neo...” kami berdua menoleh ketika mendengar Yoon Bi
menunjuk kearah pintu kamar yang terbuka. Kami berdua langsung melihat kearah
pintu.
Aku tau Shin Yeong melarang Yoon Bi untuk mendekati arwah
itu, karena bagi Shin Yeong, bisa saja arwah itu merasuki tubuh Yoon Bi dan
akan menyakiti tubuhnya yang masih kecil.
“Neo, Nuguya?! Kenapa kau selalu mengikutiku???” tanya Yoon
Bi ketika sudah berdiri diantara kami berdua.
Aku dan Shin Yeong saling bertatapan. Aku mengerti dan
menggendong Yoon Bi untuk mendekat kearah ranjang.
“Oppa, sepertinya aku harus kembali bertugas...” ucapnya
yang ku sambut dengan kecupan singkat lalu mengangguk.
THE END
